B.J. Habibie dan Cintanya Kepada Indonesia

Siapa yang tidak mengenal putra bangsa yang patut kita jadikan panutan ini. Bagi yang sudah menonton film Habibie Ainun dan prekuelnya, Rudy Habibie pasti tahu kisah hidup beliau yang tidak mudah dan penuh pelajaran hidup. Ayahnya meninggal ketika beliau berusia 14 tahun. Dan pada usia 14 tahun beliau berlayar seorang diri dari Makassar ke Jakarta untuk menemui pamannya dan meneruskan bersekolah di Jakarta. Tak berselang lama beliau pindah ke Bandung dan disusul sang Ibu beserta saudara-saudaranya karena sang Ibu merasa ingin membimbing anak-anaknya dari dekat. Bapak yang dikenal dengan sebutan Mr. Crack karena teorinya yang terkenal yaitu “ Crack Progression Theory” itu sempat berkuliah di ITB (dahulu Fakultas Teknik Universitas Indonesia ), namun tidak lama sang Ibu mengirimkannya ke Jerman untuk kuliah di RWTH Aachen Jerman, tentu dengan kisah perjuangan sang Ibu yang luar biasa. Rudy Habibie pun menjalani kisahnya kuliah di Jerman dengan berusaha mandiri, bertahan dengan biaya dari perjuangannya sendiri.
Beliau adalah salah satu orang besar yang sempat ditawari sebagai warga negara Jerman namun beliau menolaknya. Sampai hari ini pun kita tahu bahwa beliau cinta kepada Indonesia, mimpi-mimpinya untuk Indonesia. “Sekalipun menjadi warga negara Jerman, kalau suatu saat Tanah Air ku memanggil, maka paspor (Jerman) akan saya robek dan akan pulang ke Indonesia,” kata Habibie seperti dikutip dalam buku Habibie dan Ainun. Jerman pun mahfum dan tetap memberi penghormatan kepada Habibie dengan membebaskannya tinggal di Jerman sepanjang yang beliau mau. Semoga kitapun akan begitu adanya. Dimanapun kita nanti berada, jati diri kita adalah seorang Indonesia.

Tagged with:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *