Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Jerman

Jerman adalah Negara Uni Eropa yang disegani dunia dan terkenal maju diberbagai bidang pendidikan, teknologi, dan gaya hidupnya. Rata-rata kehidupan warganya makmur karena pemerintah Jerman menjamin kehidupan mereka seperti menyediakan layanan kesehatan gratis, biaya kuliah gratis, dan santunan untuk anak-anak kecil. Orang Jerman adalah orang yang terkenal disiplin, tepat waktu, sadar lingkungan, dan mereka terbiasa berkomunikasi secara langsung dan tidak basa basi. Meskipun orang Jerman hidup di negara makmur dengan segala fasilitasnya tetapi mereka tetap memiliki gaya hidup yang sederhana, hemat dan tidak boros terutama dalam hal makanan.

Kebiasaan makan orang Jerman sama dengan orang Indonesia yaitu 3 kali dalam sehari, tapi dengan menu yang berbeda pastinya dan jenis makanannya lebih simpel seperti kentang, schnitzel, wurts, dan salad. Disana orang Jerman sarapan dan makan malam dengan roti, sedangkan makan siang adalah saat makan berat dengan makan makanan yang panas dan fresh. Dalam hal makanan orang Jerman sangat simpel karena tidak mau repot harus sering-sering memasak makanan yang berbeda-beda dalam sehari atau memanasi makanannya.

Semua pekerjaan rumah mereka lakukan sendiri  tanpa memperkerjakan asisten rumah tangga, karena asisten rumah tangga di Jerman gajinya sangat mahal. Setiap hari sabtu saat libur kerja biasanya mereka gunakan untuk membersihkan rumah lalu meluangkan waktu untuk pergi berjalan-jalan di taman. Di Jerman jarang sekali ada mall, mereka lebih suka berjalan kaki di tempat yang terbuka seperti jalan yang di sisi kanan dan kiri terdapat toko-toko.

Jerman adalah Negara subtropis yang terdiri dari 4 musim dan cuaca disana sangat dingin sehingga kebiasaan mandi orang-orang Jerman berbeda dengan kebiasaan mandi orang-orang di Indonesia yang biasa mandi 2 kali dalam sehari, orang Jerman kebiasaan mandinya hanya 2 hari sekali karena cuacanya yang sangat dingin dan disana udaranya bersih dan kering jadi tidak perlu sering-sering mandi karena bisa membuat kulit menjadi kering.

Saat musim semi, musim panas, dan musim gugur orang Jerman dari berbagai kalangan lebih suka naik sepeda daripada naik mobil karena menurutnya lebih sehat dan juga menghemat biaya parkir mobil yang mahal karena terbatasnya lahan parkir. Orang Jerman sangat suka sekali pergi berlibur dan setiap tahun sekali mereka selalu pergi berlibur. Mereka lebih suka menabung untuk berlibur daripada membeli barang-barang mewah yang harganya mahal. Tempat yang mereka sukai untuk dikunjungi saat liburan adalah museum, tempat-tempat bersejarah, dan tempat-tampat terbuka seperti gunung dan hutan.

Di Jerman jam kerjanya 7 jam dalam sehari, 5 hari dalam seminggu, dan mendapat cuti selama 6 minggu dalam setahun dengan gaji yang tetap dibayar penuh plus uang saku untuk liburan. Orang Jerman terkenal sangat fokus dan rajin dalam bekerja, mereka bisa datang dan pergi dari kantor sewaktu-waktu asalkan sudah menyelesaikan pekerjaannya. Jadi, tak ada aturan ketat masuk jam 9 pulang jam 5 seperti di Negara kita. Mereka selalu berusaha fokus dan cekatan dalam bekerja, mereka memiliki produktivitas yang tinggi sehingga bisa menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang singkat.

Ada tradisi dan kebiasaan masyarakat yang unik di Jerman sejak jaman dahulu antara lain adalah tradisi pemberian nama.  Jaman dahulu orang Jerman biasa dipanggil dengan nama pekerjaan mereka selain nama umum hingga mereka menambahkan nama pekerjaan mereka di belakang nama umum mereka dan kini menjadi nama belakang dan malah telah menjadi nama keluarga. Contoh beberapa nama-nama orang Jerman dengan artinya Mueller (penggiling), Bauer (petani), Schneider (pemotong), Kaufmann (pedagang), Schumacher(pembuat sepatu), Schiffer (juragan), Graf (pegawai pencatat), Schweinsteiger (pengembala/pengurus babi), Weber (penenun). Selain tradisi nama ada tradisi pernikahan yang biasa dilakukan pada bulan bulan Mei. Biasanya Pengantin perempuan sering membawa garam dan roti sebagai pertanda untuk hasil panen yang baik dan laki-laki membawa gandum untuk kekayaan dan nasib baik. Ada cara yang berbeda-beda di setiap wilayah, di daerah Bonn misalnya yang masih nge-trend sampai saat ini yakni ritual Bude Abend yang sebelum pernikahan berlangsung mereka  membanting ember dan memecah piring.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *